Indonesia Sekarang dan Solusinya

Indonesia kini telah memasuki babak baru. Babak baru bagi bangsa ini untuk berbenah di semua bidang. Dimana tahun lalu bangsa ini begitu pekat diliputi kabut kasus demi kasus yang hingga kini masih menyelimuti kehidupan Negara Indonesia. Tahun-tahun lalu yang muram dengan kasus mafia pajak dengan aktor Gayus Tambunan, diiringi dengan kasus suap Artalyta Suryani, bahkan sebelum kedua kasus di atas merebak kasus Mafia hukum yang menelorkan semboyan “Cicak VS Buaya” memaksakan mata, telinga dan hati bangsa Indonesia menjadi gerah. Ironisnya pelaku kasus di atas tadi dengan tanpa rasa malu dapat menikmati hidupnya dengan memakai fasilitas negara yang mewah. Kita ingat Artalyta bisa begitu tenangnya menikmati fasilitas mewah selama di sel tahanannya yang membuat geram Satgas (Satuan Tugas) Pemberantasan Korupsi. Dan akhir tahun 2010 lalu masyarakat diberi hidangan dengan menu kasus Gayus Tambunan dan joki tahanan. Bahkan bulan-bulan kemarin terjadi kasus korupsi lagi dengan aktor Nazaruddin, Andi Nurpati, dan Angelina Sondakh.

Tak hanya itu terorisme kini mulai menjamur di negeri kita. Lebih tepatnya di Masjid Mapolresta Kota Cirebon dan Gereja di Solo, bahkan lebih dari sekedar di dua tempat tersebut. Kini hangat di telinga kita kasus pengadaaan Simulator SIM oleh POLRI. Dan lagi-lagi mencuat balasan dari POLRI dengan menuduh Novel Baswedan (penyidik kasus Simulator SIM dari KPK) melakukan kekerasan terhadap pencuri sarang walet. Kemudian terkenallah KPK VS POLRI. Bahkan bukan hanya dikalangan petinggi negara bobroknya moral bangsa tetapi dikalangan pelajar negeri ini. Tawuran antar pelajar menjadi trending topic akhir-akhir ini karena menewaskan seorang siswa sebuah sekolah di Jakarta. Ini menjadi bahan pelajaran bagi guru dan orang tua dalam memberikan pendidikan pada siswanya.

Sebelum kita membahas topik ini lebih jauh lagi saya akan memberikan data dan fakta berikut:

  • 158 kepala daerah tersangkut korupsi sepanjang 2004-2011
  • 42 anggota DPR terseret korupsi pada kurun waktu 2008-2011
  • 30 anggota DPR periode 1999-2004 terlibat kasus suap pemilihan DGS BI
  • Kasus korupsi terjadi diberbagai lembaga seperti KPU,KY, KPPU, Ditjen Pajak, BI, dan BKPM

(Sumber : Litbang Kompas).

Uniknya, ditengah-tengah beredarnya banyak kasus yang berimbas pada korupsi ini, beredar pula video aktifitas badan (agar menyebutnya tidak terlalu vulgar-Ariel, Luna dan Cut Tari). Kasus mereka bertiga, begitu membuat bangsa Indonesia ini mengelus dada. Satu lagi kasus yang harus kita hadapi dengan miris, dugaan korupsi dalam pengadaan sistem administrasi badan hukum (sisminbakum). Kasus-kasus diatas memamerkan begitu bobroknya moralitas di Indonesia. Lalu apa yang salah? Dan apa yang harus di benahi di akhir tahun 2012 ini untuk mencapai bangsa Indonesia yang bermoral?.

Belum lagi kejadian bencana alam yang sering melanda masyarakat Indonesia, seperti banjirletusan gunung berapi, gempa bumitsunamitanah longsorkekeringangelombang panaskebakaran liar. Yang kesemuanya disebabkan oleh perilaku masyarakat yang tidak atau kurang sadar lingkungannya.

Jawaban dari pertanyaan diatas akan menjadi sebuah realita yang harus dihadapi dan sebuah solusi yang perlu direalisasikan bersama, antara pemerintah dan tentunya masyarakat, dalam upaya-upaya penegakkan moralitas dan karakter bangsa.

Prof. Dr. H. Achmad Sanusi Dosen kebanggaan kami, dengan kebijaksanaan dan keilmuannya beliau memberikan ilmu yang sangat berharga untuk menghadapi kehidupan yang sangat kompleks ini yaitu dengan Enam Sistem Nilai Kehidupan.

Pertama,  nilai teologis, membuahkan ketenangan dan ketentraman pada jiwa dan raga pemeluknya, maka melalui kaitan organis antara nilai-nilai teologis dengan dampak tersebut, memungkinkan nilai ini untuk dapat meninggalkan jejak yang jelas pada intelektual seseorang, sehingga terciptalah jalinan yang kokoh antara kebenaran, hukum, dan pola-pola perilaku yang membina diri seseorang.

Kedua, nilai logik, yang berkaitan dengan berpikir, memahami, dan mengingat, berfikir menjadi dasar nilai logik haruslah semakin meningkat dari mulai berfikir insting untuk bayi kemudian berfikir imitatif untuk anak, bagi kita yang sudah katanya dewasa haruslah berfikir kreatif dan inovatif dengan menjauhkan dari berfikir egosentrik.

Ketiga, nilai fisik fisologis, secara individual dengan landasan nilai fisik fisologis tadi  mengajarkan agar setiap orang bergaya hidup sehat. Ini merupakan cara efektif untuk menghindari sakit. Kebersihan misalnya, sangat ditekankan oleh Islam dan dinilai sebagai cerminan dari Iman seseorang.

Keempat, nilai etik, mempunyai arti hormat, dapat dipercaya, adil semua berkaitan dengan akhlak kita, semakin majunya ilmu pengetahuan apabila tidak dibarengi dengan nilai etik menjadi musuh manusia banyak korban dari ilmu pengetahuan seperti adanya peperangan, pengembangan ilmu yang tidak memperhatikan lingkungan.

Kelima, nilai estetika, yang meliputi keserasian, menarik, manis, keindahan, cinta kasih. Allah menciptakan Alam bukan hanya bermanfaat tetapi ada keserasian serta keindahan, keteraturan. Dalam menjalani hidup kita jangan terlepas dari nilai estetika karena keserasian kita dengan orang lain dan alam sekitar sangat mendukung kita dalam kehidupan seperti kasih sayang di antara kita, keharmonisan.

Keenam, nilai teleologi berkaitan dengan manfaat, efektif, efesien, produktif dan akuntabel dalam setiap sisi kehidupan. Islam sangat memperhatikan maslahat dan manfaat dalam syariatnya untuk kepentingan manusia dengan lingkungannya.

Dengan adanya enam sistem nilai ini yang dijadikan kerangka acuan yang menjadi rujukan cara berpikir dan berperilaku lahiriyah dan rohaniyah manusia muslim adalah nilai dan moralitas yang diajarkan oleh agama islam sebagai wahyu Allah swt, yang diturunkan kepada utusan-Nya Muhammad SAW. Dimana nilai dan moralitas Islami tersebut bersifat menyeluruh, bulat dan terpadu tidak terpecah-pecah bagian satu dengan yang lainnya berdiri sendiri. Suatu kebulatan nilai dan moralitas mengandung kaidah atau pedoman yang menjadi landasan segala amal perbuatan.

Semoga..amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s