Ciri-ciri Pemimpin Pembimbing

Pembimbingan adalah contoh kompetensi EI yang mengembangkan orang lain, yang memungkinkan seorang pemimpin bertindak sebagai penasihat, yang menggali tujuan dan nilai – nilai pegawai dan membantu mereka mengembangkan kemampuannya sendiri. Kompetensi ini bekerja bersama – sama dengan dua kompetensi lain yang menurut penelitian merupakan contoh konselor terbaik : kesadaran diri emosi dan empati.

Kesadaran diri emosi menciptakan pemimpin yang otentik, yang mampu memberi nasihat yang murni demi kebaikan pegawai dan bukan nasihat yang membuat orang merasa dimanipulasi atau bahkan diserang. Dan empati mengandung arti bahwa pemimpin mendengarkan terlebih dahulu sebelum bereaksi atau memberi umpan balik, yang memungkinkan interaksi tetap berada pada jalur sasaran. Oleh karena itu, pembimbing yang baik sering bertanya pada dirinya sendiri : ini mengenai isu atau tujuan saya, atau isu dan tujuan mereka ?

Yang mengejutkan, dampak emosi positif dari pembimbingan sebagian besar berakar dari empati dan hubungan yang dibangun dengan pegawai. Seorang pembimbing yang baik akan mengkomunikasikan keyakinannya akan potensi seseorang dan ekspektasinya bahwa seseorang tersebut bisa melakukan yang terbaik. Pesan tersembunyinya adalah, “Saya percaya pada Anda, saya yakin Anda mampu, dan saya mengharapkan Anda melakukan yang terbaik.” Hasilnya, orang – orang merasa bahwa pemimpinnya peduli, sehingga mereka merasa termotivasi untuk memiliki standar kinerja yang tinggi, dan merasa bertanggung jawab atas keberhasilan mereka.

Kadang – kadang pembimbingan bisa berbentuk suatu program mentoring aktif. Dan pada perusahaan – perusahaan yang dibangun untuk bertahan lama, yang telah bertahan selama puluhan tahun, pengembangan kepemimpinan yang berkelanjutan telah menjadi tanda kekuatan budaya serta kunci menuju sukses yang berkelanjutan. Pada masa di mana semakin banyak perusahaan merasa sulit mempertahankan pegawai yang paling berbakat dan menjanjikan, perusahaan yang menyediakan pengalaman pengembangan yang menumbuhkan bagi orang – orangnya lah yang lebih berhasil menciptakan pegawai yang setia. Singkatnya, gaya pembimbingan mungkin tidak langsung melonjakkan “hasil akhir”, tetapi dengan cara yang tidak langsung dan mengejutkan, gaya ini memungkinkannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s