ENAM SISTEM NILAI KEHIDUPAN

ENAM SISTEM NILAI KEHIDUPAN

 A.       Pendahuluan

Dalam realitas kehidupan sehari-hari kita sering kali diperhadapkan pada situasi-situasi dimana persoalan baik dan buruk menjadi demikian pelik. Realitas hidup yang tak selalu mudah memaksa kita untuk bergulat dengan pilihan-pilihan moral yang tidak dengan serta merta semudah memilah antara hitam dan putih. Kehidupan sekarang semakin kompleks, perubahan yang sangat cepat, persaingan tidak bia dihindari  pertukaran nilai yang tak bisa dibendung. Kemajuan filsafat, sains, teknologi, telah menghasilkan kebudayan yang semakin maju, proses itu disebut globalisasi kebudayaan. Namun kebudayaan yang semakin maju mengglobal ternyata sangat berdampak terhadap aspek moral.

Karena sistem yang membuat pikiran kita menjadi kompleks semakin bertambahnya usia, padahal coba kita renungkan bisa jadi hal yang selama ini kita pikirkan secara kompleks atau hal yang coba kita selesaikan dengan pemikiran kompleks itu sebenarnya hanya butuh solusi dan penyelesaiaan yang sederhana. Untuk itu kemudian saya menulis hal ini, karena semakin kita dewasa kita semakin takut untuk berharap. Otak kita hanya diisikan oleh realita, bahkan untuk sekedar berharap saja rupaynya membutuhkan sebuah keberanian

Prof. Dr. H. Achmad Sanusi Dosen kebanggaan kami, sangat memperhatikan  akan kehidupan kompleks, sehingga dengan kebijaksanaan dan keilmuannya beliau memberikan ilmu yang sangat berharga kepada kami untuk menghadapi kehidupan yang sangat kompleks ini yaitu dengan ENAM SISTEM NILAI KEHIDUPAN yang terdiri dari:

  1. Nilai Teologi
  2. Nilai Logik
  3. Nilai Fisiologi
  4. Nilai Etik
  5. Nilai Estetika
  6. Nilai Teleologi

Kita sebagai umat Islam mencoba untuk mengkaji Enam Sistem Nilai Kehidupan dengan tujuan agar kita tahu bahwa enam sistem nilai ini sangat sesuai dengan nilai agama Islam. Sudah tentu pengkajian ini jauh dari kesempurnaan mungki kami belum mengerti betul terhadap Enam Sistem Nilai Kehidupan.

Lanjutkan membaca

Evaluasi Diri (Evadir)

Pasone

 

Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan dikembangkan atas dasar profil kinerja guru sebagai perwujudan hasil penilaian kinerja guru dan didukung dengan hasil evaluasi diri. Apabila hasil penilaian kinerja guru masih berada di bawah standar yang dipersyaratkan dalam penilaian kinerja guru, maka guru diwajibkan untuk mengikuti program pengembangan keprofesian berkelanjutan yang diorientasikan sebagai pembinaan dalam pencapaian standar kompetensi guru. Sementara itu, guru yang hasil penilaian kinerjanya telah mencapai standar kompetensi yang dipersyaratkan dalam penilaian kinerja guru, kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan diarahkan kepada pengembangan kompetensi untuk memenuhi layanan pembelajaran berkualitas dan peningkatan karir guru.

BUKU 1_Rev2

BUKU 2_Rev2

EVADIR BK

Indonesia Sekarang dan Solusinya

Indonesia kini telah memasuki babak baru. Babak baru bagi bangsa ini untuk berbenah di semua bidang. Dimana tahun lalu bangsa ini begitu pekat diliputi kabut kasus demi kasus yang hingga kini masih menyelimuti kehidupan Negara Indonesia. Tahun-tahun lalu yang muram dengan kasus mafia pajak dengan aktor Gayus Tambunan, diiringi dengan kasus suap Artalyta Suryani, bahkan sebelum kedua kasus di atas merebak kasus Mafia hukum yang menelorkan semboyan “Cicak VS Buaya” memaksakan mata, telinga dan hati bangsa Indonesia menjadi gerah. Ironisnya pelaku kasus di atas tadi dengan tanpa rasa malu dapat menikmati hidupnya dengan memakai fasilitas negara yang mewah. Kita ingat Artalyta bisa begitu tenangnya menikmati fasilitas mewah selama di sel tahanannya yang membuat geram Satgas (Satuan Tugas) Pemberantasan Korupsi. Dan akhir tahun 2010 lalu masyarakat diberi hidangan dengan menu kasus Gayus Tambunan dan joki tahanan. Bahkan bulan-bulan kemarin terjadi kasus korupsi lagi dengan aktor Nazaruddin, Andi Nurpati, dan Angelina Sondakh.

Lanjutkan membaca

Aplikasi Pendataan Pendidikan 2012

=============================

KEBIJAKAN PENDATAAN DITJEN DIKDAS
=============================
1. Apa yang melandasi sistem pendataan pendidikan dasar ini?
a. terbitnya instruksi menteri no.2 Tahun 2011 Tentang Pelaksanaan Pendataan di lingkungan
Kemdikbud
b. Permendiknas no.36 Tahun 2011 tentang petunjuk teknis penggunaan dana BOS
2. Untuk apa pendataan ini?
a. untuk memenuhi seluruh kebutuhan data Kemdikbud sebagai dasar perencanaan dalam
pelaksanaan program yang bersifat transaksional dengan Daerah maupun langsung dengan
sekolah dan seluruh entitas data Pendidikan seperti : Penyaluran dana BOS, Rehab,
Tunjangan Guru, Subsidi siswa miskin.

Lanjutkan membaca

Tragedi Sukhoi

Anakku yang paling besar berusia 8 tahun 11 bulan, dia bercerita kepada aku dan istriku bahwa ada 2 orang yang selamat dari tragedi sukhoi di gunung salak. Entah apa yang dia baca atau yang dia nonton, yang pasti bukan sekedar mengarang cerita atau bagaimana. Kejadian yang paling menakjubkan ketika kemarin (tanggal 13 Mei 2012) sekitar jam 13-an, dia bercerita bahwa hari itu akan ditemukan 9 kantong jenazah. Tanpa kami sadari bahwa ceritanya bakal terjadi, ternyata sekitar jam 18-an kami membaca berita di media online, bahwa telah ditemukan 9 kantong jenazah pada hari itu.
Benar atau tidak, atau sekedar meramal atau sekedar mengarang cerita apa yang dikatakan anakku adalah suatu keajaiban bagi kami. bukan hanya kejadian tragedi sukhoi saja yang dia katakan benar-benar terwujud tapi ada banyak hal yang kami alami.
apakah anakku termasuk anak indigo?

Kompetensi Soft Skill Guru

Soft skill sebenarnya merupakan pengembangan dari konsep yang selama ini dikenal dengan istilah kecerdasan emosional (emotional intelligence). Soft skill sendiri diartikan sebagai kemampuan diluar kemampuan teknis dan akademis (Hard Skill), yang lebih mengutamakan kemampuan intra dan interpersonal.

Secara garis besar soft skill bisa digolongkan ke dalam dua kategori: intrapersonal dan interpersonal skill. Intrapersonal skill mencakup : self awareness (self confident, self assessment, trait & preference, emotional awareness) dan self skill (improvement, self control, trust, worthiness, time/source management, proactivity, conscience). Sedangkan interpersonal skill mencakup social awareness (political awareness, developing others, leveraging diversity, service orientation, empathy dan social skill (leadership,influence, communication, conflict management, cooperation, team work, synergy)

Lanjutkan membaca